Tuesday, March 19, 2013

Minim Pendidikan, RI Kekurangan Pengusaha

 Aburizal Bakrie
Pengusaha nasional Aburizal Bakrie menilai upaya memajukan perekonomian bangsa bisa diwujudkan jika saja Indonesia memiliki jumlah wirausahawan lebih banyak.

Menurut mantan ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini, minimnya jumlah pelaku wirausaha di Tanah Air terjadi karena pola pendidikan yang salah. "Baru akhir-akhir ini saja kewirausahaan diajarkan," kata Ical saat memberikan kuliah umum kewirausahaan di Kampus IPB, Bogor, Rabu, 28 Maret 2012.

Menurut Ical, sapaan Aburizal Bakrie, selama ini pendidikan ekonomi hanya mengajarkan masyarakat untuk menjadi pegawai bukan pengusaha. Akibatnya, banyak golongan masyarakat yang sebetulnya masuk kategori pintar, namun hanya menjadi pegawai biasa.

"Ilmu ekonomi yang diajarkan kebanyakan hanya untuk isi jabatan di pemerintahan," tuturnya.

Selain faktor pendidikan, Ical menilai sejarah dan budaya juga menyebabkan pertambahan jumlah pengusaha di Indonesia masih kecil. Dia mencontohkan, rakyat Indonesia pada masa penjajahan tidak banyak diberikan kesempatan menjadi pengusaha. Alhasil, rakyat lebih berharap menjadi pegawai saja.

"Jadi, pola pikir ini terbawa sampai saat ini. Orang banyak mencari kerja, bukan menciptakan lapangan kerja dengan berwirausaha," tandasnya. (art)


sumber : bisnis.news.viva.co.id 

  Sonic Run: Internet Search Engine Search Engine Submission and Marketing Services ExactSeek: Relevant Web Search Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!

Pengusaha Sukses RI Cuma 1,56% Penduduk

 Kurangnya perencanaan membuat sejumlah calon wirausaha gagal di tengah jalan.

Jumlah pengusaha sukses di Indonesia hanya 1,56 persen dari total 240 juta penduduk. Padahal, wirausaha merupakan salah satu profesi yang dapat menggerakkan ekonomi di satu negara.

Jumlah ini menunjukkan bahwa rasio wirausaha di Indonesia baru 1 banding 83 penduduk Indonesia, jauh jika dibandingkan dengan Filipina 1:66, apalagi Jepang yang mencapai 1:25.

"Gagalnya para calon pengusaha di Indonesia salah satunya disebabkan rendahnya penguasaan untuk membuat perencanaan bisnis yang matang," kata Dita Adi Saputra, fasilitator Rajin Belajar (R&B) Organizer di Yogyakarta.

Dita menjelaskan, ketidakmampuan membuat rencana bisnis ini membuat ketika calon wirausaha memasuki dunia bisnis, banyak hal yang tak terduga muncul dan tak tahu apa yang harus dilakukan, sehingga mereka gagal. Padahal, rencana bisnis dapat mempertajam rencana-rencana yang diharapkan. “Lebih dari itu, proposal bisnis menjadi kewajiban untuk mendapatkan dana dari pihak ketiga, misalnya investor, atau lembaga keuangan. Nyatanya ini jarang dimiliki," katanya.

Dita mengatakan, setelah menemukan ide dan merumuskan konsep usaha, hal yang cukup penting untuk dilakukan adalah mengadakan studi kelayakan mengenai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Hal ini mencakup aspek teknis, manajemen organisasi, pemarasaran, dan finansial.

Pada aspek pemasaran misalnya, seseorang harus mempertimbangkan bentuk pemasaran dengan melihat kalangan yang menjadi sasaran pembeli. Pengusaha batik tidak memasarkan produknya melalui jejaring sosial. Tapi pengusaha batik sepakbola dipasarkan melalui jejaring sosial. Hal ini karena sasarannya sudah berubah ke peminat sepakbola yang kebanyakan anak muda. "Mereka pengguna Facebook dan Twitter," katanya.

Menurut Dita, hal semacam ini perlu dirancang sedemikian rupa dalam bentuk tulisan rencana bisnis.


Sumber : bisnis.news.viva.co.id 

  Sonic Run: Internet Search Engine Search Engine Submission and Marketing Services ExactSeek: Relevant Web Search Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!

Lima Kunci Sukses Jadi Pengusaha

Banyak orang takut memulai usaha, karena takut gagal atau takut tidak punya modal. Hermas Puspito dari ELC Digital Company mengungkapkan, ada lima poin yang harus Anda lakukan untuk menjadi pengusaha.

Berikut lima langkah yang harus Anda jalankan untuk mulai jadi seorang entrepreneur:

1. Jaringan

Menjadi seorang pengusaha harus mempunyai relasi yang luas dan banyak. "Kita tidak bisa membuka usaha kalau tidak bisa melakukan networking," katanya dalam Entrepreneurship Festival, di Jakarta, Jumat 22 Juni 2012.

Memperbanyak jaringan menjadi sangat penting bagi perluasan usaha Anda. Setiap orang dapat menjadi potensi sebagai konsumen atau bekerja sama dalam mengembangkan bisnis.

2. Persiapan mentalBanyak orang yang takut memulai usaha, ini karena dalam pikirannya sudah tertanam mental takut gagal atau bingung memulai usaha. Ada juga orang yang memiliki mental jika ingin membuka usaha harus memiliki rencana bisnis yang sempurna.

Rencana bisnis diperlukan, namun tidak harus sempurna karena dapat disempurnakan ketika bisnis telah berjalan. Seorang pengusaha harus memiliki mental fokus dan disiplin. Dua hal ini diperlukan untuk menjalankan rencana bisnis yang telah dipersiapkan.

"Kalau mentalnya harus sempurna, kapan mulai bisnisnya?" katanya.

3. ModalModal merupakan salah satu faktor penting dalam memulai bisnis. Banyak orang ingin memulai usaha, namun tak mempunyai modal sehingga tidak jalan. Padahal, untuk memulai usaha bisa dilakukan tanpa modal.

Modal terbagi menjadi tiga, modal sendiri, mencari modal dari investor atau bank, dan modal partnership. Modal sendiri dapat diraih dengan cara menabung, atau bisa juga memulai bisnis sendiri dengan tanpa modal seperi menjadi reseller (pengecer) sebuah barang.

"Reseller itu entrepreneur tahap satu, yang pelan-pelan naik jadi wirausaha sendiri," katanya.

Sedangkan untuk modal dari investor atau bank, dibutuhkan perencanaan bisnis yang baik. Serta modal ketiga adalah partnership, yaitu menggunakan aset yang sudah ada sebagai modal bekerja sama dengan orang lain. "Seperti, memanfaatkan rumah untuk menjual barang yang dititipkan," ujar Hermas.

4. MarketingSeorang pengusaha harus mengetahui kelebihan produk yang membedakan dengan barang sejenis. Setelah itu, dipadukan dengan promosi yang menarik sehingga dapat menarik orang untuk membeli produk. Marketing juga dapat dipadukan dengan networking, sehingga menjadi komunikasi marketing yang terintegrasi.

"Harga dipadu dengan promosi, seperti 50 orang pembeli pertama dapat potongan, atau bisa juga menawarkan produk ke orang-orang yang kita kenal," katanya.

Kehadiran media sosial bisa jadi strategi marketing tersendiri. Ia menjelaskan, kehadiran media sosial dapat digunakan seorang entrepreneur untuk membangun komunitas. Komunitas dapat diarahkan untuk membuat acara yang terkait dengan produknya.

"Media sosial sekarang ini bisa menjadi marketing rendah biaya, bahkan tanpa modal, hanya cukup sambungan internet," katanya. Ia menyarankan bagi pengguna Twitter, jangan hanya berkicau produknya tapi juga memberi informasi yang berguna bagi follower.

5. Mulailah sekarangKeempat langkah tadi tidak akan jalan jika tidak dimulai sekarang. Dalam menjalankan bisnis seorang pengusaha harus terus mengembangkan diri dengan membaca buku dan mendatangi seminar-seminar pengusaha untuk memotivasi diri.

"Jangan lupa mulai rajin berdoa, karena kesuksesan datang dari Tuhan," katanya. (asp)
© VIVA.co.id

  Sonic Run: Internet Search Engine Search Engine Submission and Marketing Services ExactSeek: Relevant Web Search Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!

8 Kendala dan solusi memulai usaha

 Ilustrasi pengusaha muda
 Wirausaha pemula biasanya menemui beberapa kendala dalam mengembangkan bisnisnya. Beberapa kendala itu mulai dari urusan sumber daya manusia, pengembangan produk, perencanaan modal, hingga eksekusi.

Kepala Peneliti Bursa Efek Indonesia, Poltak Hotradero, menjelaskan, dengan mengetahui kendala, diharapkan wirausaha dapat mengatasi berbagai kendala itu. Poltak membeberkan delapan kendala yang biasa dialami wirausaha.

Berikut daftarnya:

1. Sumber Daya Manusia
Seorang enterpreneur membutuhkan tim kerja dan spesialisasi untuk mengembangkan perusahaannya. Untuk itu, seorang enterpreneur harus terus berinvestasi pada manusia untuk membesarkan perusahaan.

Ia mencontohkan PT Astra International Tbk. Astra fokus dalam manajerial sumber daya manusia, sehingga apa pun bisnis Astra, dapat berkembang. "Awalnya, Astra hanya bisnis perakitan mobil. Tapi, sekarang bisnisnya di mana-mana, dari sawit hingga air bersih," kata Poltak dalam Enterpreneur Festival di Jakarta, Jumat 22 Juni 2012.

2. Pengembangan Produk
Poltak menjelaskan, banyak pebisnis pemula salah dalam menentukan bisnis yang akan diterjuni. Kebanyakan kegagalan pengusaha adalah membuat produk yang tidak dibutuhkan masyarakat. Ia memberi saran agar membuat produk "demand driven", yaitu produk-produk yang dibutuhkan masyarakat.

Poltak mencontohkan bagaimana Hewlett-Packard terus meluncurkan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat, karena adanya masukan dan saran dari masyarakat. Pengembangan produk penting untuk keberlangsungan perusahaan.

3. Memetakan Kompetisi
Poltak menyarankan agar setiap calon pengusaha untuk melakukan riset SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dan terus mengawasi para pesaing. Penyusunan rencana sangat penting bila kompetisi terus terjadi.

Salah satu contoh perusahaan yang tidak melakukan perencanaan yang baik adalah Kodak. "Kodak penemu foto digital pertama dan kuat di fotografi. Namun, karena mereka kuat menjadi tidak waspada disalip kompetitor, sehingga Kodak bangkrut tahun lalu," kata analis pasar modal ini.

4. Permintaan
Pelanggan adalah raja. Untuk itu, seorang enterpreneur harus menentukan siapa yang menjadi prioritas atas produk yang dijual. Penentuan segmentasi ini untuk mengetahui karakteristik pelanggan.

Poltak mencontohkan Wal-Mart yang memposisikan untuk pelanggan kelas bawah dengan menyediakan barang-barang generik dan dengan harga paling murah. Positioning ini membuat demand Wal-Mart menjadi elastis. Saat
ekonomi bagus, masyarakat kelas bawah belanja di Wal-Mart, dan saat ekonomi sulit, masyarakat kelas atas juga ikut belanja di Wal-Mart.

5. PricingPenentuan harga merupakan hal yang paling sulit ditentukan oleh seorang yang baru terjun dalam dunia bisnis. Menurut dia, harga yang telah ditentukan harus dapat berubah menyesuaikan situasi perekonomian, atau berinovasi dengan menciptakan produk baru yang terjangkau.

Unilever, lanjutnya, merupakan contoh yang bagus. Produk Unilever sangat kuat di konsumen kelas atas. Namun, dengan strategi brilian, Unilever juga dapat menjangkau kelas bawah dengan membuat kemasan sachet.
"Ketika produk dikecilkan, ternyata margin lebih besar produk normal," katanya.

6. Siklus Penjualan
Seorang pengusaha pemula harus memperhatikan siklus penjualan produknya, apakah tahan lama atau tidak. Enterpreneur juga harus memperhatikan lamanya suatu produk di pasaran dengan terus berinovasi mengeluarkan produk-produk baru.

Sebagai contoh, Nokia terus mengeluarkan produk baru setiap tujuh bulan, sehingga para pesaing tidak dapat mengejar inovasi yang dilakukan Nokia.

"Sayangnya, masalah Nokia cuma operating system yang tetap bertahan dengan Symbian yang tidak terbuka seperti Android," katanya.

7. Perencanaan modal
Seorang yang berjiwa enterpreneur selalu membuat perencanaan modal dan target. Dengan perencanaan modal yang kuat, para pengusaha terus memutarkan modalnya untuk mengembangkan usaha. "Yang terpenting bagi orang yang berjiwa enterpreneur adalah sukses, berfoya-foya itu nomor sekian, yang penting besar dulu," katanya.

Contohnya adalah General Electric yang terus memutarkan modalnya untuk ekspansi di bisnis yang baru. GE selalu menargetkan bisnis yang baru dimasukinya harus sukses menjadi tiga besar dalam lima tahun.

8. Eksekusi
Ia menjelaskan, eksekusi suatu produk merupakan hal tersulit. Seorang wirausaha harus taat pada jadwal yang telah ditentukan. Selain itu, produk yang akan dieksekusi sudah terbukti dibutuhkan dan orang yang menjadi sasaran produknya dapat menggunakan.

"Bill Gates setiap mau meluncurkan produk berprinsip harus bisa digunakan oleh neneknya. Kalau neneknya tidak bisa menggunakan alat tersebut, harus disempurnakan lagi hingga bisa," katanya. (art)

© VIVA.co.id


  Sonic Run: Internet Search Engine Search Engine Submission and Marketing Services ExactSeek: Relevant Web Search Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!